Puisi

Kemarau

17.35

Kemarau


Ia ruang rindu

Antara hujan dan bumi


Di ruang itu,

Ia peram temu keduanya

Hingga ranum hasrat berjumpa



~Kemarau~  
Batam, 7 Oktober 2016

formybelovedwife

Aku tambatkan cinta

17.28

Untuk istriku tercinta :

Kepada ombak
Angin riak kan ia

Kepada awan
Angin hujan kan ia

Kepada nyiur
Angin lambai kan ia


Kepada engkau
Aku tambatkan cinta


Batam, 17 September 2016

formybelovedwife

Bunga itu adalah cinta

17.15

Untuk istriku tercinta :



Dahulu,
Kita menatap langit yang sama
Walau ada ruang beda antara kita
 
Kini,
Kita menatap langit bersama-sama
Tanpa ruang beda maupun waktu jeda
 
Karena,
Satu bunga terindah tumbuh dalam jiwa
Kita menamai bunga itu adalah cinta




Batam, 5 Juli 2016

formybelovedwife

Cahaya terindah

17.15

Untuk istriku tercinta :


Kau adalah cahaya terindah

Diantara batas fajar dan senja

Diantara bulan bintang yang saling menyapa

Diantara langit biru dan lautan yang saling berhadap

Kau adalah cahaya terindah

Bahkan diantara ribuan cahaya di dunia



Batam, 4 Juni 2016

formybelovedwife

Kumpulan Sajak

17.15

Untuk istriku tercinta :

Aku kata engkau rasa  
Kita satu yang terlihat dua
  Aku segala yang terucap  
Engkau segala yang terungkap


Aku dan engkau adalah kumpulan sajak
  Puisi cinta kasih terindah sepanjang masa



Batam, 19 Mei 2016

Puisi

Penentram hati

17.10

Duhai penguasa hati
Kau ketenangan dalam bait kegundahanku
Kau ketentraman dalam larik kegulanaanku
Kau kedamaian dalam sajak kerisauanku

Oh pemilik hati
Meneduhkan hati kala resah
Menyejukkan hati kala gelisah

Dalam dzikir kepada Mu
Dalam lantunan asma Mu
 
Begitu aku merasa tenang
Begitu aku merasa menang

Sebab Kau adalah tujuan
Bagi mereka yang faham sebuah perjalanan

Batam, 10 Pebruari 2016

Puisi

Rasa dalam jiwa

17.06

Wahai penguasa jiwa Kau pemahat rasa di dalam jiwa Kau pengukir makna dalam sukma

Bila Kau ciptakan cinta dalam jiwaku Jangan Kau biarkan melebihi cintaku kepada Mu  
Bila Kau ciptakan rindu dalam jiwaku Jangan Kau biarkan melebihi rinduku kepada Mu

Jiwaku tak ubahnya ruang redup dan Kau cahayanya Tanpa Mu redup tak akan pernah dilihat oleh mata

Jiwaku ibarat dahaga sedang Kau menyejukkan Tanpa Mu dahaga tak akan pernah terbasuh air kehidupan

Wahai penguasa jiwa Andai Kau kosongkan jiwaku dari segala rasa Jangan Kau tinggalkan jiwaku, yang kepada Mu aku mencinta



Batam, 16 Januari 2016

Puisi

Perjalanan kehidupan

17.04

Perjalanan kehidupan
Begitu singkat, begitu sesaat
Ada banyak hal yang mungkin terlewat
Ada banyak hal yang mungkin tak sempat

Tapi waktu tak mampu menungguku
Ia terus saja berjalan dan berlalu
Hingga kehidupan menawarkan kisah baru

Perjalanan Kehidupan
Lebih singkat dari kedipan mataku
Tak menunggu selesai hela nafasku
Tak pula ingin membekas diingatanku
Sebab ku tahu, Rabb selalu merindu

Batam, 9 Januari 2016

Puisi

Persinggahan

17.03

Hujan ini menawanku Menunda langkah tujuanku Sejenak dari teduhanku Berbaris kata dalam satu sajak biru

Aku tahu, hujan adalah rahmat Maka sejenak berhenti bukanlah tamat Sebab abadi hanya kehidupan akhirat

Hening ini bersatu dalam teduh kala hujan Terasa Tuhan coba berikan pesan Hakikat hidup hanyalah sebuah persinggahan

Batam, 16 Januari 2016

Puisi

Cinta atau takut

17.00

Cinta kah atau Rasa Takut
Pelekatmu dengan Pemilik Semesta

Cinta kah atau Rasa Takut
Penerang dalam hati dan jiwamu
Pelengkap dalam jalan yang kau tempuh

Cinta kah atau Rasa Takut
Suara yang selalu coba tuk merayu mu
Hasrat yang mendegup di jantung mu

Cinta dan Takut
Keduanya akan terlihat sama
Jika tujuan mu adalah Pencipta
Sebab bukan karena cinta
Bukan pula karena takut
Tapi karena DIA


Batam, 31 Desember 2015

Puisi

Kembali pulang

09.33

Untukmu yang sedang berjalan
Menuju arah tanpa bayangan
Untukmu yang sedang berlari
Menuju akhir tanpa mengawali

Kembali lah, Sebab pulang tak artikan berhenti
Kembali lah, kau tahu raga mu ingin dimengerti


Batam, 15 Desember 2015

Puisi

Gusar

09.32

Aku merindu malam
Meminta sunyi untuk menemaniku
Malam pun menemuiku
Namun ia tak bersama sunyi

Aku merindu senja
Meminta matahari terbenam memandangku
Senja pun datang menghampiriku
Namun ia menyapaku bersama kabut

Aku merindu pagi
Meminta embun menyejukkan aku
Pun pagi datang mendekatiku
Namun ia bersama rintik hujan yang turun

Gusar
Ketika semu pun tak coba pahami aku
Ketika harap tak sama dengan terima

Sabar
Sebuah kata singkat mengecap pahit
Namun aku tahu, buah manis akan terkait


Batam, 9 Desember 2015

Puisi

Rahim cintamu

09.30

Rahim Cintamu
Istana pertamaku
Cinta pertama yang aku kenal
Kasih pertama yang menyentuhku
Alunan rindu yang selalu memanggilku

Rahim Cintamu
Bahtera pertamaku
Mengantarkan aku pada awal kehidupan
Mengenalkan aku pada senyum ketulusan
Menyampaikan aku pada kabar kegembiraan

Ibunda
Aku mengenal cinta sejak dari rahim cintamu
Pun tersentuh kasih dan sayang sejak dari rahim cintamu
 
Ibunda
Senyum ketulusan yang pertama kulihat adalah engkau
Raut kegembiraan yang pertama kulihat pun adalah engkau
 
Ibunda
Aku menyanyangimu
Aku mencintaimu


Batam, 9 Desember 2015

Puisi

Dalam rumah Mu

09.27

Dalam Rumah Mu
Aku menemukan ada kesejukan
Aku menemukan ada kedamaian
Aku menemukan ada ketentraman
Aku menemukan ada ketenangan

Dalam Rumah Mu
Aku merasakan Kau hadir di dekat ku
Aku mendengkan Kau bicara pada ku
Aku merasa kau menyentuh hati ku

Di dalam Rumah Mu
Aku ingin Kau memeluk ku
Aku ingin Kau merengkuh ku
Aku ingin Kau mendekap ku
Aku ingin Kau merelakan aku
Hanyut dalam ke-Maha-an Cinta Mu


Batam, 15 Nopember 2015

Puisi

Jalan pejuang taqwa

09.17

Terjal berbatu, curam berliku
Panas membakar, meski langit biru
Bukan dia, bukan mereka tapi aku

Kemanakah tujuan, kemanakah arah
Inikah sebuah jalan, inikah petuah
Mencari, memahami, haruskah menyerah
Diam, terhenti, menanti hingga berpasrah

Bukahkah hanya dengar dan taati
Bukankah hanya dengar dan penuhi
Haruskah dimengerti oleh hati
Haruskah bertanya untuk memahami
Haruskan diam dan mencari sebuah arti
Dengar taati, dengar penuhi, dengar ikuti

Bukan dia, bukan mereka tapi aku
Aku perinduMu, Aku pecintaMu
Inikah jalan untuk menuju padaMu
Atau bingkai – bingkai semu untukku
Namun aku syahdu, aku merindu

Yakinku ini jalan menuju ilahi
Meski tak seindah tanah turki
Meski tak semenawan istana para nabi
Bukan soal diterima hati dan dimengarti
Dengar taati, dengar penuhi, dengar ikuti

Puisi

Atau karena

09.09

Cahaya kah yang terang
Atau karena gelap ia terlihat
Bulan kah yang bersinar
Atau karena matahari ia terpancar
Pelangi kah yang indah
Atau karena warna ia terhias

Langit kah yang tinggi
Atau karena kita yang terlalu rendah
Laut kah yang dalam
Atau Karena kita yang tak mampu berenang
Pikiran kah yang dangkal
Atau karena kita yang terbatas

Perilaku kah yang karimah
Atau karena iman ia sempurna
Tutur kata kah yang santun
Atau karena ilmu ia berbicara
Hati kah yang jernih
Atau karena takwa ia terjaga

Puisi

Kekasih semesta

09.08

Bila masa tiba
Sukma tak lagi bersama
Ingin kah diam mendustakan kata
Bahwa Tuhan merindukanmu pulang

Ibarat kekasih dalam penantian
DIA pun merindukan untuk berjumpa
Yang mendengar dan mengikuti NYA
Yang melantunkan asmaul husna NYA
Yang hati dan pikiran selalu mengingat NYA
Yang memperjuangkan dan menyampaikan ajaran NYA

DIA kekasih seluruh semesta
Dincintai NYA ,  dicintai seluruh semesta
Dirindukan NYA,  dirindukan seluruh semesta
Kekasih NYA, kekasih seluruh alam raya

Bila masa tiba
Penantian bertemu dengan akhirnya
Kehidupan dan keabadian sebenarnya
Sedkitlah bertanya, jika tak menjadi Kekasih NYA
Hampa, hampa, hampa

Puisi

Dentuman cinta

08.48

Dentuman cinta
Menembus jauh batas batas sukma
Menerangi kosong jiwa jiwa hamba
Menuntun arah pada jalan jalan surga

Cinta yang mendentum sempurna
Singgah untuk hati penuh cahaya
 
Cinta yang mendentum sempurna
Bersumber pada dzat penuh cipta
 
Cinta yang mendentum sempurna
Milik mereka dalam barisan Tauhid nya

Dentuman Dentuman Cinta
Menggema bersama langit biru yang bernyanyi
Memikat bersama awan putih yang menari
Mempesona bagaikan pelangi yang tak ingin pergi

Cinta yang mendentum sempurna
Bercahaya pada hati yang suci
 
Cinta yang mendentum sempurna
Bersumber pada dzat maha tinggi
 
Cinta yang mendentum sempurna
Milik mereka pecinta yang abadi

Dentuman Dentuman Cinta
Begitu sempurna, begitu nyata

Puisi

Sebutir debu

08.48

Sebutir debu
Tak pernah di pandang mengangumkan
Meski ia bagian putihnya pasir dalam hamparan
Tak pernah menarik untuk dilirik hati
Meski ia bagian dari pesonanya tepian pantai

Sebutir Debu
Terbang bersama angin yang berhembus
Hanyut dibawa air yang berarus
Sirna dalam cahaya yang mulai terbungkus

Umpama Sebutir Debu adalah Aku
Demikiannya debu merupakan Aku
Cerita tentang debu pun adalah Aku
Bait – Bait debu pun merupakan Aku

Aku tak memiliki arti
Jika tak Kau hidupkan diri
Jika tak Kau tuntun langkah kaki
Jika tak Kau bombing suara hati

Aku tak memiliki makna
Kecuali karena Kau yang bertahta
Kecuali karena Kau yang bijaksana
Kecuali karena Kau yang sempurna

Tak dicintaimu menjadikanku Debu
Tak dirahmatimu mengukuhkanku Debu
 
Tapi bersamaMu
Aku menjadi Aku karenaMu

Puisi

Umpama cintaku dan cinta Mu

08.46

Umpama aku lima huruf cinta
Maka Kau makna dari keagungan dan kemurnian cinta

Umpama cintaku setetes air
Maka cinta Mu tak terumpama bentangan samudera

Umpama cintaku sebutir debu
Maka cinta Mu tak terumpama hamparan pasir

Umpama cintaku secercah cahaya
Maka cinta Mu tak terumpama pancaran surya

Jika cintaku adalah ruang ruang kosong
Cinta Mu pengisi setiap ruang kosong itu

Jika cintaku adalah ruang ruang gelap
Cinta Mu pengisi setiap ruang gelap itu

Jika cintaku adalah ruang ruang ilusi
Cintamu adalah nyata meski dalam ruang ilusi

Sungguh mulia setiap jiwa yang Kau cinta
Sungguh bahagia setiap hati yang Kau cinta
Sungguh sempurna setiap diri yang Kau cinta

Puisi

Rindu Baginda

08.45

Baginda ku
Teladan yang sempurna adalah dirimu
Akhlak yang sempurna adalah dirimu
Tutur kata yang lembut hanyalah dirimu

Baginda ku
Dari puncak gunung tertinggi aku merindumu
Dari palung laut terdalam pun aku merindumu
Setiap waktu ku adalah merindumu
Setiap  nafas ku ada kerinduan padamu
Detak jantungku pun bak genderang kerinduanku

Baginda ku
Kemuliaan hati hanyalah hatimu
Kebijaksaan hati hanyalah hatimu
Kerendahan hati hanyalah hatimu
Kejernihan hati hanyalah hatimu

Baginda ku
Tak henti aku merindu
Tak henti ingin ku tuk bertemu
Tak jenuh aku mengagumi mu

Traffik Pengunjung